Reality Magazines – Perusahaan memori asal China, Shenzhen Longsys Electronics, mencatat pertumbuhan bisnis yang sangat kuat pada 2026. Peningkatan tersebut didorong oleh tingginya permintaan komponen memori dan penyimpanan untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau AI.
Longsys, yang merupakan induk dari merek Lexar, memperkirakan laba semester pertama 2026 akan meningkat drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut mencerminkan besarnya kebutuhan industri terhadap infrastruktur AI di berbagai sektor.
“Baca Juga: Microsoft Siapkan Lebih Banyak Game Eksklusif Xbox”
Permintaan yang terus meningkat membuat produsen memori memperoleh peluang pertumbuhan signifikan. Longsys menjadi salah satu perusahaan yang berhasil memanfaatkan momentum tersebut melalui peningkatan kapasitas pasokan dan penguatan rantai distribusi.
Longsys Perkirakan Laba dan Pendapatan Tumbuh Signifikan pada Semester Pertama
Dalam proyeksi keuangan terbarunya, Longsys memperkirakan laba bersih semester pertama 2026 mencapai USD1,36 miliar hingga USD1,62 miliar. Nilai tersebut setara sekitar Rp24,56 triliun hingga Rp29,25 triliun.
Perusahaan juga memproyeksikan pertumbuhan laba hingga sekitar 73,636 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah pertumbuhan perusahaan.
Selain laba, Longsys memperkirakan pendapatan akan meningkat tajam. Perusahaan memperkirakan pendapatan mencapai USD3,24 miliar hingga USD3,68 miliar atau sekitar Rp55 triliun hingga Rp62,6 triliun.
Nilai tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan pendapatan pada semester pertama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan permintaan pasar terhadap produk memori masih berada dalam tren positif.
Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa pasar semikonduktor, khususnya memori, terus berkembang seiring meningkatnya investasi global pada teknologi AI dan pusat data.
Permintaan Infrastruktur AI Dorong Kebutuhan Chip Memori dan Storage
Longsys menyebut lonjakan bisnisnya dipicu oleh meningkatnya kebutuhan chip memori dan media penyimpanan untuk infrastruktur AI. Berbagai perusahaan teknologi membutuhkan kapasitas memori lebih besar untuk mendukung pelatihan maupun operasional model AI.
Untuk menjaga stabilitas pasokan, Longsys mengaku telah menandatangani kontrak jangka panjang dengan pemasok wafer memori. Langkah tersebut bertujuan memastikan ketersediaan bahan baku di tengah tingginya permintaan pasar.
Perusahaan tidak mengungkap identitas mitra pemasoknya. Namun, sejumlah produsen memori asal China kini semakin berperan dalam rantai pasok industri semikonduktor.
Kontrak jangka panjang juga membantu perusahaan mengurangi risiko gangguan pasokan. Strategi tersebut menjadi semakin penting ketika permintaan global terhadap komponen AI terus meningkat.
Pertumbuhan pasar AI telah menciptakan peluang baru bagi produsen memori. Kebutuhan terhadap server, pusat data, dan perangkat komputasi berkinerja tinggi menjadi pendorong utama peningkatan permintaan.
Produsen Memori China Semakin Dilirik Perusahaan Teknologi Global
Meski Longsys tidak menyebut nama pemasoknya, banyak perusahaan China kini beralih ke CXMT dan YMTC sebagai penyedia chip memori. Kedua perusahaan tersebut semakin sering disebut dalam industri semikonduktor global.
Sejumlah perusahaan teknologi internasional juga dikabarkan mulai mempertimbangkan akses terhadap chip buatan produsen China. Nama-nama seperti Corsair, Dell, HP, hingga Apple disebut tengah melirik pasokan dari perusahaan tersebut.
Minat tersebut muncul karena pasokan memori global masih menghadapi keterbatasan. Sejumlah analis memperkirakan kondisi kelangkaan chip memori dapat berlanjut hingga 2027.
Situasi ini membuka peluang lebih besar bagi produsen China untuk memperluas pangsa pasar. Peningkatan kapasitas produksi dan kualitas produk menjadi faktor penting dalam memenuhi permintaan global.
Meski demikian, perusahaan-perusahaan terkait belum mengumumkan rincian kerja sama secara resmi. Informasi yang beredar masih sebatas laporan mengenai upaya memperoleh akses terhadap pasokan memori.
“Baca Juga: Minecraft Terbukti Topang Bisnis Xbox Bertahun-Tahun”
Saham Longsys Menguat dan Perusahaan Siapkan Investasi Baru untuk AI
Prospek bisnis yang positif turut mendorong kenaikan harga saham Longsys. Saham perusahaan dilaporkan menguat sekitar 12,5 persen setelah proyeksi keuangan tersebut diumumkan.
Selain itu, Longsys telah memperoleh izin untuk menghimpun dana hingga USD544 juta atau sekitar Rp9,82 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat pengembangan produk memori dan media penyimpanan.
Investasi baru itu difokuskan pada produk yang mendukung kebutuhan AI. Langkah tersebut menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperluas portofolio di sektor dengan pertumbuhan tercepat saat ini.
Perkembangan Longsys mencerminkan semakin besarnya peran perusahaan semikonduktor China dalam industri teknologi global. Permintaan AI diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar memori dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan meningkatnya investasi dan kebutuhan infrastruktur AI, produsen memori diperkirakan akan terus memperluas kapasitas produksi. Longsys menjadi salah satu perusahaan yang berupaya memanfaatkan peluang tersebut melalui ekspansi bisnis dan penguatan rantai pasok.




Leave a Reply