Reality Magazines – Misi ambisius NASA untuk mengirim manusia mengelilingi Bulan semakin mendekati kenyataan. Roket Space Launch System atau SLS kembali ke landasan peluncuran untuk kedua kalinya. Langkah ini menandai kesiapan baru menuju misi Artemis II.
Roket setinggi 98 meter tersebut membawa wahana Orion sebagai bagian utama misi. SLS dipindahkan dari Vehicle Assembly Building menuju Pad 39B di Kennedy Space Center, Florida. Perjalanan sejauh 6,4 kilometer ini menjadi tahapan penting sebelum peluncuran.
“Baca Juga: Israel Perluas Invasi Lebanon atas Perintah Netanyahu”
Kembalinya roket ke landasan menjadi sinyal positif setelah sebelumnya sempat mengalami kendala teknis. NASA kini melanjutkan persiapan dengan lebih hati-hati untuk memastikan kelancaran misi bersejarah ini.
Proses Pemindahan Roket SLS Dilakukan dengan Sangat Hati-hati
Pemindahan roket dimulai pada dini hari dalam kondisi gelap. SLS bergerak perlahan menuju lokasi peluncuran di pesisir Atlantik. Proses ini dilakukan menggunakan kendaraan khusus bernama Crawler-Transporter-2.
Kendaraan beroda rantai ini memiliki sejarah panjang sejak era program Apollo. Kecepatan maksimalnya hanya 1,6 kilometer per jam. Bahkan, kecepatan akan lebih rendah saat melewati tikungan atau tanjakan.
Perjalanan yang relatif singkat dapat memakan waktu hingga 12 jam. NASA sengaja menjaga kecepatan sangat lambat demi keamanan struktur roket. Mereka mengibaratkan proses ini seperti memindahkan benda antik yang sangat rapuh.
Pendekatan ini memungkinkan tim memantau setiap pergerakan secara detail. Hal tersebut penting untuk mencegah kerusakan pada sistem peluncuran bernilai miliaran dolar.
Perbaikan Sistem Helium Selesai Setelah Gangguan Uji Coba
Sebelumnya, SLS sempat ditarik kembali ke gedung perakitan pada Maret lalu. Keputusan itu diambil setelah ditemukan gangguan pada sistem helium. Sistem ini berfungsi memberi tekanan pada tangki bahan bakar roket.
Masalah tersebut berpotensi memengaruhi kinerja mesin tahap atas. Untuk menghindari risiko, teknisi NASA melakukan perbaikan menyeluruh. Mereka mengganti katup yang bermasalah serta memperbarui beberapa komponen penting.
Selain itu, baterai pada sejumlah sistem juga diganti. NASA menyatakan bahwa seluruh perbaikan kini telah selesai. Roket kembali dinyatakan siap untuk melanjutkan tahapan berikutnya.
Persiapan Akhir dan Jadwal Peluncuran April 2026
Setibanya di landasan, tim teknisi akan melakukan serangkaian pemeriksaan tambahan. Mereka juga akan menjalankan simulasi hitung mundur tanpa pengisian bahan bakar. Tahap ini penting untuk memastikan semua sistem berjalan sesuai rencana.
Setelah evaluasi selesai, manajemen misi akan menentukan kelayakan peluncuran. NASA menargetkan peluncuran perdana pada 1 April pukul 18:24 EDT. Jika tertunda, tersedia beberapa tanggal cadangan hingga akhir April.
Sementara itu, empat astronaut yang akan bertugas telah memasuki masa karantina. Mereka adalah Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Para kru akan menjalani pelatihan intensif menjelang peluncuran.
“Baca Juga: Robot AI NVIDIA Percepat Pemasangan Panel Surya”
Misi 10 Hari Keliling Bulan Buka Jalan Program Artemis
Artemis II direncanakan berlangsung selama 10 hari. Para astronaut akan mengelilingi sisi jauh Bulan sebelum kembali ke Bumi. Misi ini menjadi penerbangan berawak pertama dalam program Artemis.
Keberhasilan Artemis II akan menentukan langkah misi berikutnya. NASA menargetkan Artemis III pada 2027 sebagai tahap lanjutan. Program ini kemudian berlanjut ke Artemis IV pada 2028.
Tujuan akhir program Artemis adalah mengembalikan manusia ke permukaan Bulan. Keberhasilan misi ini juga akan menjadi fondasi bagi eksplorasi lebih jauh. NASA berharap Artemis menjadi tonggak baru dalam sejarah penerbangan antariksa manusia.




Leave a Reply