Reality Magazines – Pemain biola Brian King Joseph mengajukan gugatan terhadap aktor Will Smith dan Treyball Studios Management Inc. Gugatan tersebut terdaftar di Pengadilan Tinggi California pada 30 Desember 2025. Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh Page Six. Dalam dokumen gugatan, Joseph menuduh adanya pelecehan seksual yang terjadi saat dirinya terlibat dalam rangkaian tur bersama Will Smith. Gugatan ini langsung menarik perhatian publik karena melibatkan figur terkenal di industri hiburan global.
“Baca Juga: Hyundai Recall 51 Ribu Tucson Akibat Masalah Keselamatan”
Klaim Pelecehan Terjadi Selama Tur Tahun 2024 hingga 2025
Brian King Joseph, musisi berusia 33 tahun, menyebut peristiwa bermula pada November 2024. Saat itu, Will Smith disebut mengundangnya untuk bergabung dalam tur. Menurut Joseph, tawaran tersebut kemudian berubah menjadi situasi yang tidak aman baginya. Ia menilai tur tersebut sebagai sebuah perangkap yang telah dirancang untuk melakukan pelecehan seksual. Dalam gugatan, Joseph menyatakan bahwa dirinya mengalami tekanan psikologis sejak awal rangkaian tur berlangsung.
Dugaan Pembobolan Kamar Hotel di Las Vegas
Salah satu peristiwa utama dalam gugatan terjadi pada Maret 2025 di Las Vegas. Brian King Joseph mengklaim bahwa Will Smith membobol kamar hotel tempatnya menginap. Ia menyebut menemukan sejumlah barang mencurigakan di dalam kamar. Barang-barang tersebut meliputi tisu basah, botol bir, ransel berwarna merah, anting-anting, serta dokumen keluar rumah sakit milik orang yang tidak dikenalnya. Joseph juga menemukan botol obat HIV atas nama orang lain. Selain itu, terdapat pesan tulisan tangan bertanda tangan seseorang bernama Stone F. Pesan tersebut berbunyi, “Brian, aku akan kembali. Nanti hanya ada kita berdua.” Temuan ini membuat Joseph merasa terancam dan tidak aman.
Laporan ke Manajemen Hotel Berujung Pemecatan
Karena khawatir orang tak dikenal tersebut akan kembali ke kamar hotelnya, Joseph melaporkan temuan itu kepada manajemen hotel. Namun, menurut gugatan, langkah tersebut justru berujung pada perlakuan yang merugikannya. Ia mengklaim dipermalukan oleh manajemen tur setelah menyampaikan kekhawatirannya. Tidak lama setelah laporan itu, Brian King Joseph disebut dipecat dari tur. Ia menilai pemecatan tersebut sebagai bentuk pembalasan atas upayanya melindungi diri. Akibat rangkaian kejadian ini, Joseph menyatakan mengalami kerugian serius, baik secara emosional maupun profesional.
“Baca Juga: GEEKOM Konfirmasi Debut Dua Laptop di CES 2026″
Dampak Psikologis dan Tanggapan Hukum Will Smith
Dalam gugatan, Brian King Joseph menyebut dirinya mengalami tekanan emosional berat. Ia mengklaim menderita PTSD atau gangguan stres pascatrauma. Selain itu, ia menyebut adanya kerugian materi, rusaknya reputasi, serta hilangnya peluang kerja di masa depan. Menanggapi gugatan tersebut, Will Smith melalui kuasa hukumnya, Allen B. Grodsky, menyampaikan bantahan tegas. Grodsky menyebut tuduhan Joseph sebagai fitnah yang tidak berdasar dan ceroboh. Pernyataan tersebut dikutip dari Page Six pada Minggu, 4 Januari 2026. Ia juga menegaskan bahwa pihak Will Smith akan menempuh jalur hukum untuk menanggapi gugatan tersebut. Grodsky menyatakan keyakinannya bahwa fakta sebenarnya akan terungkap melalui proses hukum yang berjalan.




Leave a Reply