Reality Magazines – Pengadilan di Tiongkok menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mantan Menteri Kehakiman Tang Yijun pada Senin, 2 Februari 2026. Putusan tersebut dibacakan oleh Pengadilan Rakyat Menengah Xiamen di wilayah timur Tiongkok. Tang dinyatakan bersalah dalam perkara korupsi besar yang melibatkan penerimaan suap selama lebih dari satu dekade. Kasus ini kembali menegaskan sikap keras otoritas Tiongkok terhadap praktik korupsi di kalangan pejabat tinggi negara. Vonis tersebut menjadi salah satu hukuman terberat bagi mantan pejabat sipil dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah menilai kasus ini sebagai ancaman serius terhadap kepentingan negara dan kepercayaan publik. Putusan pengadilan disampaikan secara resmi melalui pernyataan tertulis. Informasi tersebut kemudian dilaporkan oleh kantor berita internasional. Kasus ini langsung menarik perhatian luas karena posisi strategis Tang dalam sistem hukum Tiongkok.
“Baca Juga: Serangan Militer Pakistan di Balochistan Tewaskan 177 Militan”
Tang Yijun Terbukti Terima Suap Hampir USD 20 Juta
Dalam putusannya, Pengadilan Rakyat Menengah Xiamen menyatakan bahwa Tang Yijun menerima suap dalam jumlah sangat besar. Total suap yang diterima mencapai 137 juta yuan atau setara sekitar USD 19,7 juta. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp310 miliar. Tang memanfaatkan jabatan dan pengaruhnya untuk memperoleh keuntungan bagi pihak tertentu. Praktik tersebut berlangsung antara tahun 2006 hingga 2022. Selama periode tersebut, Tang memegang berbagai posisi penting di pemerintahan. Ia tercatat menjabat sebagai Menteri Kehakiman dari 2020 hingga 2023. Selain itu, Tang juga pernah menjabat sebagai Gubernur Provinsi Liaoning dan Kepala Partai Komunis Tiongkok untuk Kota Ningbo. Pengadilan menilai rangkaian jabatan tersebut memberinya akses luas terhadap pengambilan keputusan strategis. Posisi itu kemudian disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.
Peran Tang dalam IPO, Pinjaman Bank, dan Pengadaan Lahan
Pengadilan menjelaskan bahwa suap diterima Tang sebagai imbalan atas berbagai bentuk bantuan. Tang membantu individu dan perusahaan dalam proses penawaran umum perdana atau IPO. Ia juga memfasilitasi pengamanan pinjaman bank dalam jumlah besar. Selain itu, Tang terlibat dalam pengaturan pengadaan lahan dan proyek terkait. Bantuan tersebut diberikan dengan memanfaatkan kewenangan yang melekat pada jabatannya. Pengadilan menyebut Tang menyalahgunakan keuntungan yang terkait dengan posisi yang dipegangnya secara berturut-turut. Tindakan tersebut dinilai merusak sistem pemerintahan dan pasar. Dalam pernyataan pengadilan, disebutkan bahwa jumlah suap yang diterima sangat tinggi. Dampaknya dinilai menyebabkan kerugian serius bagi kepentingan negara dan rakyat. Pernyataan tersebut dikutip oleh AFP. Kasus ini mencerminkan skala korupsi yang dinilai sistemik.
Pengakuan Bersalah Jadi Faktor Peringanan Hukuman
Meski menjatuhkan hukuman seumur hidup, pengadilan mempertimbangkan sejumlah faktor yang meringankan. Salah satu faktor utama adalah pengakuan Tang setelah penangkapannya. Ia disebut menyatakan penyesalan atas perbuatannya. Tang juga mengaku bersalah dan bekerja sama dengan penyelidikan. Pengadilan menilai sikap kooperatif tersebut sebagai pertimbangan penting. Dalam sistem hukum Tiongkok, kerja sama dengan aparat dapat memengaruhi tingkat hukuman. Tanpa faktor pemaaf tersebut, hukuman yang dijatuhkan berpotensi lebih berat. Pengadilan tetap menegaskan bahwa kejahatan Tang bersifat sangat serius. Namun, pengakuan dan penyesalan menjadi alasan tidak dijatuhkannya hukuman mati. Putusan ini menunjukkan pendekatan kombinasi antara hukuman tegas dan pertimbangan prosedural. Kasus Tang menjadi contoh bagaimana faktor sikap terdakwa memengaruhi vonis akhir.
“Baca Juga: COR3 Dipastikan Bukan Bagian dari Escape from Tarkov”
Bagian dari Kampanye Anti-Korupsi Pejabat Tinggi
Kasus Tang Yijun bukanlah satu-satunya kasus korupsi besar yang menjerat mantan pejabat hukum Tiongkok. Pada 2022, mantan Menteri Kehakiman lainnya, Fu Zhenghua, dijatuhi hukuman mati dengan penangguhan dua tahun. Hukuman tersebut kemudian diubah menjadi penjara seumur hidup. Selain itu, otoritas Tiongkok juga terus memperluas kampanye anti-korupsi ke sektor militer. Bulan lalu, pihak berwenang mengumumkan penyelidikan terhadap Zhang Youxia. Ia dikenal sebagai jenderal paling berpengaruh di Tiongkok dalam beberapa dekade terakhir. Langkah tersebut menandai eskalasi kampanye anti-korupsi di level tertinggi. Pemerintah menegaskan tidak ada pihak yang kebal hukum. Vonis terhadap Tang memperkuat pesan tersebut. Penindakan ini diharapkan menjadi efek jera bagi pejabat lain di seluruh struktur negara.




Leave a Reply