Reality Magazines – Microsoft dikabarkan tengah mengembangkan peningkatan besar untuk Windows 11 agar lebih ringan. Fokus utama pembaruan ini adalah efisiensi penggunaan RAM dan respons sistem. Langkah ini diambil untuk meningkatkan pengalaman pengguna pada berbagai perangkat.
Salah satu perubahan utama adalah pengurangan baseline memory footprint sistem operasi. Dengan pendekatan ini, konsumsi RAM saat kondisi idle dapat ditekan. Saat ini, Windows 11 dengan RAM 8 GB bisa menggunakan hingga 6 GB dalam kondisi idle.
“Baca Juga: Razer Rilis Viper V4 Pro, Usung Sensor 50K DPI”
Microsoft belum merinci metode teknis yang digunakan dalam pengelolaan RAM ini. Namun, beberapa sumber menyebut pendekatan baru akan diterapkan. Sistem kemungkinan akan lebih agresif dalam mengelola proses latar belakang.
Strategi Manajemen RAM Baru Terinspirasi Xbox
Microsoft disebut mengadopsi pendekatan serupa dengan Xbox Full Screen Experience. Sistem ini memungkinkan pengurangan aktivitas latar belakang saat aplikasi utama berjalan. Dengan cara ini, performa dapat meningkat secara signifikan.
Pendekatan tersebut memungkinkan sistem fokus pada tugas utama pengguna. Proses yang tidak diperlukan akan diminimalkan atau dihentikan sementara. Hal ini berpotensi mengurangi beban RAM secara keseluruhan.
Langkah ini juga dapat memberikan peningkatan pada stabilitas sistem. Dengan lebih sedikit proses aktif, risiko konflik antar proses bisa ditekan. Pengguna diharapkan merasakan performa yang lebih konsisten.
Peningkatan Responsivitas UI dengan WinUI 3
Selain efisiensi RAM, Microsoft juga meningkatkan respons antarmuka pengguna. Saat ini, Windows 11 menggunakan berbagai framework seperti WebView2 dan React. Kombinasi ini sering menyebabkan respons sistem terasa kurang optimal.
Untuk mengatasi hal tersebut, Microsoft berencana memindahkan UI ke WinUI 3. Framework ini dirancang untuk memberikan performa yang lebih konsisten. Dengan pendekatan ini, elemen UI dapat merespons input lebih cepat.
Salah satu contoh peningkatan adalah pada tombol Start. Elemen ini diharapkan lebih responsif dibanding sebelumnya. Pengalaman navigasi secara keseluruhan juga akan terasa lebih halus.
File Explorer Ditingkatkan untuk Kinerja Lebih Cepat
Microsoft juga menargetkan peningkatan signifikan pada File Explorer. Fokus utama adalah mengurangi latensi pada berbagai fungsi utama. Ini termasuk search bar, navigasi folder, dan context menu.
Performa File Explorer selama ini sering dikeluhkan pengguna. Respons yang lambat menjadi salah satu masalah utama. Dengan pembaruan ini, Microsoft ingin mengatasi kendala tersebut.
Selain itu, kecepatan transfer file juga akan ditingkatkan. Proses copy dan paste file berukuran besar diharapkan lebih cepat. Peningkatan ini penting untuk pengguna profesional dan produktivitas tinggi.
“Baca Juga: PlayStation Bakal Dukung Frame Generation Sony”
Dukungan Hardware Lebih Stabil dan Minim Gangguan
Microsoft juga meningkatkan dukungan terhadap perangkat keras. Fokusnya adalah pada stabilitas driver dan pengurangan crash. Hal ini bertujuan menciptakan pengalaman penggunaan yang lebih andal.
Beberapa masalah yang menjadi perhatian termasuk koneksi Bluetooth yang tidak stabil. Selain itu, terdapat inkonsistensi pada kamera dan audio di perangkat tablet. Mode sleep pada perangkat dengan dok juga menjadi fokus perbaikan.
Dengan peningkatan ini, Microsoft ingin memastikan kompatibilitas yang lebih luas. Sistem diharapkan berjalan stabil pada berbagai jenis perangkat.
Secara keseluruhan, pembaruan ini menunjukkan arah baru pengembangan Windows 11. Microsoft berfokus pada efisiensi, responsivitas, dan stabilitas. Jika terealisasi, perubahan ini dapat meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan.




Leave a Reply