Pengembangan Game Baru Tomb Raider Terus Berlanjut Meski Ada PHK

Pengembangan Game Baru Tomb Raider Terus Berlanjut Meski Ada PHK

Reality Magazines  Pada 28 Oktober, Amazon mengumumkan langkah besar untuk merampingkan operasional mereka dengan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap lebih dari 14.000 karyawan di seluruh divisi perusahaan. Kebijakan ini, yang bertujuan untuk mengurangi birokrasi internal dan meningkatkan efisiensi, mencakup berbagai departemen, dengan Amazon Games menjadi salah satu divisi yang paling terdampak. Studio Amazon Games di Irvine dan San Diego akan mengalami pengurangan staf besar-besaran. Meskipun perusahaan menegaskan bahwa pengembangan game baru tetap berlanjut.

“Baca Juga: Karyawan EA Frustrasi Didorong untuk Gunakan AI dalam Pekerjaan”

Kolaborasi dengan Crystal Dynamics Terus Berlanjut Untuk Game Tomb Raider

Meskipun terjadi pemangkasan karyawan di Amazon Games. Perusahaan tetap melanjutkan kerja sama dengan sejumlah mitra developer terkemuka, salah satunya adalah Crystal Dynamics. Dalam memo internal yang diterbitkan oleh Steve Boom, Eksekutif Amazon. Dikonfirmasi bahwa kolaborasi dengan Crystal Dynamics untuk mengembangkan game baru Tomb Raider tidak terpengaruh oleh PHK ini. Sayangnya, detail lebih lanjut mengenai proyek ini masih belum dibocorkan kepada publik. Informasi yang diketahui hingga saat ini adalah bahwa game tersebut akan menggunakan Unreal Engine 5 dan berfokus pada pengalaman petualangan single-player. Dengan tampilan Lara Croft yang menggabungkan desain klasik dan trilogi Survivor.

Dampak PHK di Crystal Dynamics Terhadap Game Tomb Raider

Namun, meskipun Amazon terus melanjutkan kolaborasi dengan Crystal Dynamics. Industri game masih diliputi ketidakpastian setelah gelombang PHK yang juga melanda Crystal Dynamics pada Agustus lalu. Beberapa pihak khawatir bahwa keputusan tersebut dapat memengaruhi kualitas pengembangan game Tomb Raider yang akan datang. Terlebih lagi, kekhawatiran semakin meningkat mengingat perubahan besar-besaran yang terjadi di dalam industri game saat ini. Di mana banyak studio yang berjuang dengan pembatasan sumber daya dan fokus pada efisiensi operasional.

Pengembangan Game Balap Open-World dengan Maverick Games

Selain melanjutkan proyek dengan Crystal Dynamics, Amazon Games juga berfokus pada pengembangan game balap open-world bersama Maverick Games. Sayangnya, game ini masih belum memiliki judul resmi. Amazon menyebutkan bahwa mereka akan terus bekerja sama dengan tim di Maverick Games untuk menciptakan pengalaman balap yang luas dan terbuka bagi pemain. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen Amazon untuk tetap menghadirkan berbagai genre game meskipun menghadapi tantangan internal akibat PHK.

Fokus Pada Game Party Untuk Layanan Amazon Luna

Sementara itu, di tengah pemangkasan karyawan, Amazon Games juga berencana untuk lebih fokus pada pembuatan game party, terutama yang dapat mengisi layanan berbasis cloud mereka, Amazon Luna. Salah satu contoh yang telah diumumkan adalah Courtroom Chaos: Starring Snoop Dogg, sebuah game party yang dikembangkan oleh Studio 5. Game ini akan membawa pemain ke dalam atmosfer pengadilan yang penuh humor dan karakter-karakter ikonik. Meskipun proyek ini tampak lebih ringan, game-party seperti ini menjadi bagian dari strategi Amazon untuk memperkaya konten di Amazon Luna, platform game cloud mereka yang terus berkembang.

“Baca Juga: Masalah Task Manager di Windows 11: Tak Bisa Ditutup, Performa Terpengaruh”

Masa Depan Tomb Raider dan Proyek Amazon Games Setelah PHK

Meskipun Amazon Games mengalami pengurangan staf, pengembangan proyek besar seperti Tomb Raider dan game balap open-world tetap menjadi prioritas perusahaan. Namun, dengan adanya dampak PHK yang cukup besar di beberapa studio penting, industri game akan memantau dengan cermat bagaimana hal ini memengaruhi kualitas dan jadwal rilis game-game tersebut. Sementara itu, keputusan Amazon untuk memperkuat layanan Amazon Luna dengan game-party menunjukkan bahwa perusahaan juga menargetkan segmen pasar yang lebih luas dan lebih mudah diakses, meskipun tantangan terkait dengan pengurangan staf mungkin tetap menjadi isu yang harus dihadapi. Waktu akan menjawab apakah langkah efisiensi ini mampu menciptakan hasil yang optimal atau justru menimbulkan penurunan kualitas dalam pengalaman pemain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *