Reality Magazines – TikTok segera memperbarui fitur Direct Message (DM) dengan menghadirkan dukungan untuk pesan suara, gambar, dan video. Fitur baru ini akan diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan dan dirancang untuk memperkaya pengalaman komunikasi antar pengguna di platform.
“Baca Juga: OPPO A6 Max Tiba di Tiongkok, Tawarkan Daya Tahan Ekstra”
Menurut laporan TechCrunch, pengguna dapat mengirim voice note dengan durasi maksimal satu menit. Untuk konten media seperti foto dan video, TikTok memungkinkan pengiriman hingga sembilan file sekaligus. Baik dari galeri maupun langsung melalui kamera. Pembaruan ini menghadirkan kemampuan komunikasi yang lebih ekspresif dan interaktif, mendekati fitur serupa yang sudah lama hadir di Instagram dan WhatsApp.
Langkah ini menunjukkan bahwa TikTok ingin memperluas fungsionalitasnya. Dari sekadar platform berbagi video pendek menjadi ruang komunikasi sosial yang lebih komprehensif.
Pengiriman Konten Media Dibatasi Demi Keamanan Pengguna
Meski TikTok memperluas kemampuan DM, perusahaan tetap memprioritaskan keamanan pengguna, khususnya remaja. Salah satu batasan yang diterapkan adalah larangan mengirim gambar atau video sebagai pesan pertama kepada pengguna yang belum pernah berinteraksi sebelumnya.
Selain itu, fitur Direct Message hanya tersedia untuk pengguna berusia minimal 16 tahun. TikTok juga memberikan kontrol tambahan bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas. Mereka dapat memilih untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur pendeteksi otomatis yang memblokir konten eksplisit agar tidak terkirim ke pengguna berusia 16 hingga 18 tahun.
Kebijakan ini menegaskan komitmen TikTok terhadap lingkungan digital yang aman dan ramah, terutama bagi pengguna muda yang menjadi mayoritas basis penggunanya.
Kemampuan Group Chat Diperluas Seiring Perkembangan Fitur Komunikasi
TikTok tidak hanya meningkatkan fitur DM untuk komunikasi satu lawan satu, tetapi juga memperkuat fitur group chat. Tahun lalu, TikTok menambah kapasitas anggota grup menjadi 32 orang, memberikan ruang yang lebih besar untuk kolaborasi atau diskusi komunitas.
Fitur terbaru ini memungkinkan pengguna mengirim pesan suara dan media ke dalam group chat dengan lebih mudah. Fungsi ini mendukung dinamika komunikasi yang lebih fleksibel, seperti membuat grup untuk tugas sekolah, komunitas hobi, atau teman dekat.
Dengan integrasi pesan suara dan media, group chat TikTok semakin menyerupai fitur-fitur yang sebelumnya hanya tersedia di platform perpesanan instan.
Fitur Baru Ini Jadikan TikTok Semakin Mirip Instagram dan WhatsApp
Dengan pembaruan DM ini, TikTok semakin menyerupai platform sosial lain seperti Instagram dan WhatsApp. Fungsi Direct Message kini tidak lagi sekadar saluran pesan teks, tetapi menjadi ruang komunikasi multimedia yang kaya fitur.
Pengguna dapat berinteraksi secara lebih personal dan ekspresif melalui pesan suara, berbagi momen visual melalui foto dan video, serta berkomunikasi dalam grup secara efisien.
TikTok juga sebelumnya telah memperkenalkan fitur Footnotes, mirip Community Notes di platform X (dulu Twitter) dan Meta, yang mendukung konteks tambahan di komentar publik.
Seluruh inisiatif ini menunjukkan bahwa TikTok tengah mengembangkan dirinya menjadi aplikasi sosial serba bisa, tidak hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk interaksi sosial digital sehari-hari.
“Baca Juga: Vivo V60 Meluncur Resmi, Usung Desain Baru dan Fitur Canggih”
Peluncuran Global Menanti, Fitur Ini Bisa Ubah Cara Kita Gunakan TikTok
Peluncuran fitur DM terbaru ini akan dimulai dalam beberapa minggu mendatang. Meski belum diumumkan wilayah peluncuran secara pasti, TikTok diperkirakan akan merilisnya secara bertahap secara global.
Dengan semakin lengkapnya fitur komunikasi di platform ini, cara pengguna memanfaatkan TikTok pun diperkirakan akan berubah. Tidak hanya sebagai tempat menonton video pendek, TikTok bisa menjadi alternatif untuk berinteraksi, berbagi media, hingga membangun komunitas yang lebih kuat.
Bagi kreator konten, fitur ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat engagement dengan pengikut mereka secara langsung. TikTok tampaknya serius menantang dominasi aplikasi sosial dan perpesanan yang sudah lebih dulu mapan.




Leave a Reply