Reality Magazines – Ubisoft melakukan restrukturisasi perusahaan secara besar-besaran dalam beberapa waktu terakhir. Perubahan ini memengaruhi cara perusahaan mengembangkan berbagai proyek game yang sedang berjalan. Melalui kebijakan baru tersebut, Ubisoft membagi pengembangan game ke dalam beberapa Creative House. Setiap Creative House memiliki spesialisasi tersendiri dalam menangani proyek game tertentu.
“Baca Juga: Infinix Note 60 Ultra Terdeteksi, Bawa Dimensity 8400″
Langkah ini bertujuan meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas pengembangan. Ubisoft ingin memastikan setiap tim fokus pada jenis proyek yang sesuai dengan keahlian mereka. Namun, restrukturisasi ini juga membawa dampak bagi sejumlah proyek yang sedang berjalan. Beberapa game dilaporkan mengalami penundaan jadwal rilis. Bahkan, beberapa proyek lain dikabarkan dibatalkan selama proses evaluasi internal perusahaan.
Meskipun demikian, perubahan struktur ini juga membuka peluang bagi pengembangan proyek lain yang masih berjalan. Ubisoft mencoba menata ulang prioritas pengembangan untuk memastikan keberlanjutan franchise utama mereka. Salah satu franchise yang tetap menjadi fokus perusahaan adalah Assassin’s Creed. Seri tersebut masih dianggap sebagai aset penting dalam strategi jangka panjang Ubisoft.
Ubisoft Pastikan Beberapa Proyek Assassin’s Creed Masih Dikembangkan
Informasi terbaru mengenai masa depan franchise Assassin’s Creed disampaikan melalui blog resmi Ubisoft. Head of Content Ubisoft, Jean Guesdon, menjelaskan rencana pengembangan seri tersebut setelah perilisan Assassin’s Creed Shadows pada 2025.
Dalam pernyataan tersebut, Ubisoft mengungkapkan bahwa beberapa proyek Assassin’s Creed masih berada dalam tahap pengembangan. Beberapa proyek tersebut bahkan sebelumnya sempat dirumorkan dibatalkan.
Namun Ubisoft menegaskan bahwa sejumlah proyek masih berjalan dalam berbagai tahap produksi. Setiap proyek memiliki perkembangan yang berbeda tergantung pada fase pengembangan masing-masing. Perusahaan belum mengungkapkan secara rinci proyek apa saja yang sedang digarap. Namun pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa franchise Assassin’s Creed masih memiliki masa depan panjang.
Ubisoft tampaknya ingin memastikan seri ini tetap menjadi salah satu pilar utama katalog mereka. Dengan banyaknya proyek yang sedang disiapkan, perusahaan berusaha menjaga keberlanjutan franchise tersebut. Kabar ini juga memberi harapan bagi para penggemar yang sebelumnya khawatir dengan rumor pembatalan beberapa proyek Assassin’s Creed.
Assassin’s Creed Jade Dikabarkan Masih Berlanjut
Salah satu proyek yang kembali dibicarakan adalah Assassin’s Creed Jade. Game ini sebelumnya sempat dirumorkan mengalami pembatalan selama proses restrukturisasi Ubisoft. Namun informasi terbaru menunjukkan proyek tersebut masih berada dalam tahap pengembangan. Ubisoft belum memberikan detail lengkap mengenai perkembangan proyek tersebut.
Meski begitu, kabar ini dianggap sebagai sinyal positif bagi komunitas pemain. Banyak penggemar yang menantikan kehadiran game ini sejak pertama kali diumumkan. Pengembangan Assassin’s Creed Jade diperkirakan masih berlangsung dalam tahap internal. Ubisoft juga belum mengungkapkan jadwal rilis resmi untuk game tersebut.
Perusahaan kemungkinan akan memberikan informasi lebih lanjut setelah pengembangan mencapai tahap yang lebih matang. Untuk saat ini, Ubisoft masih menjaga detail proyek tersebut secara terbatas. Kabar bahwa proyek ini belum dibatalkan memberi harapan bahwa game tersebut tetap akan hadir di masa depan.
Game Mobile Assassin’s Creed dengan Latar Cina Kuno
Assassin’s Creed Jade merupakan proyek game mobile yang dikembangkan Ubisoft. Game ini dirancang khusus untuk perangkat seluler dengan pendekatan gameplay yang berbeda.
Proyek ini sebenarnya telah dikembangkan sejak sebelum tahun 2022. Beberapa pemain bahkan sempat mendapatkan akses beta pada tahun tersebut. Game ini akan mengambil latar di wilayah Cina kuno. Cerita permainan berlangsung pada periode dinasti Xia hingga dinasti Qin. Latar sejarah tersebut membuka peluang eksplorasi cerita baru dalam franchise Assassin’s Creed. Ubisoft dikenal sering mengangkat berbagai era sejarah dalam setiap seri mereka.
Dalam Jade, pemain diperkirakan akan terlibat dalam konflik politik dan konspirasi di masa dinasti Qin. Namun detail lengkap mengenai alur cerita masih belum diumumkan secara resmi. Pilihan latar Cina kuno juga memberikan variasi baru bagi seri Assassin’s Creed. Wilayah ini sebelumnya belum banyak dieksplorasi secara penuh dalam seri utama. Pendekatan ini diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi pemain di platform mobile.
“Baca Juga: Lampu Belajar Pintar Xiaomi Tahan 17 Tahun”
Bocoran Gameplay dan Penundaan Jadwal Rilis
Beberapa informasi mengenai Assassin’s Creed Jade sempat muncul melalui bocoran di internet. Pada tahun 2023, cuplikan gameplay game ini sempat beredar di kalangan komunitas pemain. Bocoran tersebut memperlihatkan sedikit gambaran mengenai mekanisme permainan. Gameplay yang ditampilkan menunjukkan elemen khas Assassin’s Creed dalam format mobile.
Pemain terlihat dapat melakukan eksplorasi lingkungan terbuka serta aksi parkour. Mekanisme pertarungan juga tampak mengikuti gaya permainan seri Assassin’s Creed. Selain itu, Ubisoft juga mengisyaratkan kemungkinan kembalinya fitur Co-Op dalam beberapa proyek mendatang. Perusahaan menyadari bahwa fitur kerja sama tersebut cukup diminati pemain.
Mode Co-Op berpotensi hadir dalam beberapa game Assassin’s Creed, termasuk Jade. Namun Ubisoft belum mengonfirmasi implementasi fitur tersebut secara resmi. Sementara itu, laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Assassin’s Creed Jade sempat mengalami penundaan jadwal. Game tersebut dikabarkan bergeser ke tahun 2025. Hingga saat ini Ubisoft belum mengumumkan tanggal rilis pasti untuk game tersebut. Penggemar masih menunggu informasi resmi mengenai perkembangan proyek ini.




Leave a Reply