Windows 11 Update Terbaru Bikin SSD Melambat Saat Salin File Besar

Windows 11 Update Terbaru Bikin SSD Melambat Saat Salin File Besar

Reality Magazines  Microsoft baru saja merilis pembaruan keamanan Windows 11 KB5063878 (build 26100.4946). Namun, alih-alih memberikan peningkatan sistem, update ini justru menimbulkan masalah baru. Sejumlah pengguna melaporkan adanya penurunan performa SSD, terutama saat melakukan transfer file berukuran besar.

“Baca Juga: RTX Hair NVIDIA Segera Rilis, Efek Rambut di Game Makin Realistis”

Masalah ini berdampak langsung pada pengguna yang mengandalkan SSD untuk aktivitas berat seperti pengolahan video, backup data, atau manajemen file dalam jumlah besar. Beberapa bahkan mengalami kegagalan sistem saat memindahkan file di atas 50 GB.

Pengguna Temukan Gangguan SSD Usai Instal Update

Laporan awal datang dari seorang pengguna di platform X (dulu Twitter), yang mengungkapkan bahwa SSD miliknya mulai mengalami malfungsi setelah pembaruan. Dalam pengujian pribadi, SSD tersebut gagal berfungsi normal usai transfer data sekitar 50 GB.

Menariknya, ia mencatat bahwa SSD dengan controller NAND Phison tampak lebih mudah terkena dampaknya. Gejala umum yang dilaporkan meliputi sistem menjadi lambat, proses transfer terhenti, hingga perangkat tidak lagi terdeteksi di Windows 11.

Beberapa Model SSD Lain Juga Berpotensi Terkena Dampaknya

Media teknologi NichePCGamer turut menyelidiki dan menghimpun data dari pengguna lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa gangguan ini tidak hanya terjadi pada SSD dengan controller Phison. Beberapa model SSD dari merek lain, seperti Kingston dan Crucial, juga dilaporkan mengalami hal serupa.

Dalam kasus tertentu, SSD benar-benar tidak dikenali oleh sistem operasi hingga pengguna perlu melakukan restart atau mencabut perangkat secara manual. Ada juga laporan bahwa masalah hilang sementara setelah reboot, namun kembali muncul saat file besar ditransfer ulang.

Microsoft Belum Memberikan Klarifikasi Resmi

Sampai artikel ini ditulis, Microsoft belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai masalah yang ditimbulkan oleh update KB5063878. Begitu pula dengan vendor SSD seperti Phison, Kingston, atau Crucial, yang belum memberikan penjelasan teknis.

Karena sifat laporan masih berbasis pengalaman pengguna, validasi melalui pengujian teknis yang lebih luas sangat dibutuhkan. Meski begitu, komunitas IT menyarankan agar pengguna berhati-hati, terutama jika SSD digunakan untuk tugas-tugas penting yang berisiko tinggi jika gagal.

Backup Data dan Tunda Update Jadi Langkah Aman

Untuk meminimalkan risiko, pengguna disarankan untuk melakukan backup data penting sebelum menginstal pembaruan ini. Jika perangkat digunakan untuk keperluan profesional atau penyimpanan jangka panjang, ada baiknya menunda pemasangan update hingga Microsoft merilis patch perbaikan.

Update keamanan tetap penting untuk melindungi sistem dari ancaman siber, tetapi kestabilan dan kompatibilitas perangkat keras juga harus menjadi prioritas. Langkah paling bijak saat ini adalah tetap waspada, mengikuti perkembangan resmi, dan menghindari transfer file besar sampai solusi tersedia.

“Baca Juga: Apple Investasi Besar Rp 1,6 Triliun Dirikan Pabrik Baru di Batam”

Kesimpulan: Stabilitas Sistem Perlu Diutamakan

Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap pembaruan sistem membawa potensi risiko. Pengguna Windows 11 perlu lebih selektif dan berhati-hati dalam memilih waktu untuk memperbarui sistem. Selama belum ada solusi dari Microsoft, memantau laporan komunitas dan menjaga keamanan data menjadi langkah terbaik.

Jika kamu menggunakan SSD untuk aktivitas penting, pastikan data sudah dicadangkan dan sistem tetap stabil. Jangan ragu menunda update demi keamanan dan kinerja perangkat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *