Reality Magazines – Pada Senin (1/12/2025), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengirimkan permohonan pengampunan kepada Presiden Israel Isaac Herzog. Permohonan ini terkait dengan kasus korupsi yang telah membelit Netanyahu selama beberapa tahun. Dalam suratnya kepada kantor presiden, pengacara Netanyahu menyatakan keyakinannya bahwa proses hukum akan membebaskan kliennya sepenuhnya. Netanyahu sendiri menekankan bahwa tuduhan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan yang dilayangkan kepadanya tidak berdasar. Dan ia membantah segala kesalahan yang dituduhkan.
“Baca Juga: Pemain Where Winds Meet Bisa Kelabui AI NPC untuk Dapat Hadiah”
Pengacara Netanyahu Sebut Sidang Pengadilan Memperburuk Perpecahan Sosial
Dalam surat permohonan pengampunan, pengacara Netanyahu mengemukakan bahwa proses pidana terhadap Perdana Menteri telah memperburuk perpecahan dalam masyarakat Israel. Menurut pengacara, sidang yang semakin intensif membuat Netanyahu kesulitan menjalankan tugasnya sebagai pemimpin negara. “Saya diharuskan untuk bersaksi tiga kali seminggu, tuntutan yang sangat berat dan tidak pernah dibebankan pada warga negara lainnya,” ujar Netanyahu dalam pernyataan video yang dirilis partainya, Likud.
Kasus Korupsi Netanyahu: Tuduhan Terkait Hadiah dan Liputan Media
Netanyahu didakwa pada tahun 2019 dalam tiga kasus terpisah yang berfokus pada dugaan penyuapan dan penyalahgunaan kekuasaan. Tuduhan utama adalah bahwa Netanyahu memberikan bantuan kepada sejumlah tokoh bisnis terkemuka dengan imbalan hadiah pribadi dan liputan media yang menguntungkan. Meskipun telah menjalani proses hukum selama lima tahun, Netanyahu dan pengacaranya tetap membantah semua tuduhan tersebut, tanpa mengakui kesalahan. Proses hukum yang panjang ini menimbulkan kontroversi di dalam negeri dan internasional. Dengan sebagian pihak menganggapnya sebagai upaya politik untuk melemahkan pemerintahannya. Namun, Netanyahu tetap berpegang pada pembelaannya dan menegaskan bahwa tuduhan ini tidak lebih dari kampanye pencemaran nama baik.
Reaksi Oposisi: Yair Lapid Menentang Pengampunan Tanpa Pengakuan Kesalahan
Tanggapan terhadap permohonan pengampunan Netanyahu datang dari berbagai pihak. Pemimpin oposisi, Yair Lapid, menyatakan bahwa Netanyahu tidak layak mendapatkan pengampunan tanpa terlebih dahulu mengakui kesalahannya, menyesali tindakannya, dan mundur dari kehidupan politik. Lapid menegaskan bahwa pengampunan tanpa pengakuan atas kesalahan akan merusak integritas sistem hukum Israel dan merugikan proses rekonsiliasi yang dibutuhkan negara tersebut.
“Baca Juga: HMD Rilis Nokia Chromebook, Siap Masuk Pasar Laptop”
Kantor Presiden Israel Pertimbangkan Permintaan Pengampunan dengan Hati-Hati
Kantor Presiden Isaac Herzog menggambarkan permintaan pengampunan Netanyahu sebagai langkah luar biasa dengan “implikasi yang signifikan.” Presiden akan mempertimbangkan permintaan tersebut dengan hati-hati setelah menerima pendapat yang relevan dari berbagai pihak. Pengampunan di Israel umumnya diberikan setelah proses hukum selesai dan terdakwa telah dihukum, namun pengacara Netanyahu berpendapat bahwa campur tangan presiden bisa dilakukan untuk kepentingan publik, khususnya untuk memulihkan persatuan nasional yang terpecah.
Dalam beberapa hari ke depan, keputusan Presiden Herzog akan menentukan apakah Netanyahu akan menerima pengampunan atau harus melanjutkan proses hukum yang masih berlangsung.




Leave a Reply